Debat at Yahoo-mail

BIASANYA, KITA AKAN TAKUT, GENTAR DAN WAS-Wes SAAT MENDENGAR ADA TEST…

“T E S T”

APALAGI, KETIKA HARUS BELAJAR DAN BERUSAHA KARENA TAKUT TIDAK LULUS TEST…

“Mengingat, beberapa hari lagi akan diadakan test pemilihan Duta; apakah yang harus dipersiapkan,, saya takut saya tidak terpilih!! “seru, Mr.B yang saat itu ditulisnya di email-yahoo.nya.

Beberapa saat kemudian’ email nya mendapat balasan dari :

Sdri. Dyah : “Gak usah takut, kalau sudah berusaha… semaksimal mungkin pasti akan mendapat hasil yang memuaskan”.

kemudian, dibalas Mr. B : katanya “Kalau kita menghadapi Test yang sifatnya memecahkan masalah dan memberi semacam solusi gimana ya!!

email dari : “Sdri. Dyah : “Nah, berarti itu sebuah test psikotes nama,nya!”

Balasan, Mr.B : “Terus, gimana?”

Dyah
Moderator : Tidak perlu belajar untuk menghadapi Tes Kepribadian/psikotes namun
justru harus banyak istirahat agar bisa konsentarsi penuh menjawab soal-soal
pertanyaan psikotes.

Kegunaan Psikotes:
Karena menyadari bahwa banyak peserta seleksi pegawai yang gagal dalam tahapan
psikotes dan tidak tahu kenapa sampai gagal apalagi hasil psikotes memang tidak
pernah diumumkan/diberikan kepada peserta maka kegagalan demi kegagalan terus
mereka temui.

Penyebab kegagalan adalah peserta berkarya atau mendalami sesuatu yang
sebenarnya tidak sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Oleh sebab itu bakat akan diketahui apabila peserta mengukur dirinya melalui sebuah tes psikologi
individual disertai analisa psikolog tentang kelemahan, kelebihan,kecepatan kerja, ketahanan kerja, kestabilan kerja, ketelitian kerja, IQ,
Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, dan Kemampuan keruangan serta Logika.

Balasan, Mr.B : “Wah, begitu ya!! kelemahan peserta dalam test seperti ini biasanya terletak dimana?”.

Email masuk “Dyah : “Biasanya, peserta menjawab sebuah pertanyaan itu “panjang dan berbelit-belit, sebaiknya menjawab sesuatu itu tidak perlu panjang yang sederhana saja sudah cukup asal mengena”😀

Blasan, Mr.B : “Oh, Trims atas Masukannya”.

Email Masuk, Dyah : “Iya,sama-sama”.

 

Nah, dari masalah yang dihadapi tadi saya dapat menarik sebuah kesimpulan, yakni :

Berusaha dan Belajar memahami adalah kunci utamanya, dimana ketika kita hendak menjalani sebuah test… tentunya sebelumnya kita harus belajar, belajar, dan belajar sehingga nanti pada saat kita mengikuti test “KITA SUDAH SIAP” dan Ketika kita mendapatkan hasil nantinya

Baik itu hasil yang “GAGAL” kita tidak 100% Kecewa karena dengan kita telah berusaha dan belajar sebelumnya kita tidak akan merasa menyesal “Oh, andai saya belajar kemaren!” salah melainkan “Oh, ini adalah usaha saya, mungkin bukan rejeki saya, dan saya akan berusaha lagi”.

BELAJAR LEBIH BAIK DARI TIDAK SAMA SEKALI

7 Tanggapan

  1. bisa karena terbiasa. tanpa belajar, bagaimana kita akan bisa..
    posting menarik..

  2. besuk ya Bri testnya, selamat berjuang saja, doa orangtua menyertai kalian.
    oh ya blogmu bisa didaftar pada kategori “anak bartim”

  3. @budi.. trims atas dukungan dan doanya, semoga menddapatkan hasil.

    kategori “anak bartim” gimana cara”nya pak?”

  4. wah . .
    jadi inget waktu test di sekolah hehheeh😀

    yang penting paham bukan menghapal. .
    makanya semakin meningkat jawaban pada test kadang adalah teori yang ada di benak pikiran kita

  5. good luck bri!!

  6. “Hem.. seharian telah mengikuti kegiatan seleksi, senang rasanya… dan puas meski tidak mendapat peringkat… namun saya bangga dapat berpartisipasi dalam Kegiatan ini…
    “Gagal, bukan akhir dari segalanya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • BARNNER

  • %d blogger menyukai ini: