Suku Dayak MAAYAN Pendiri Kerajaan NANSARUNAI

NANSARUNAI

Ketika mendengar kata NANSARUNAI dan menemukan Jalan. NANSARUNAI tau kah  Anda “Apa sih NANSARUNAI itu?”  yang biasa kita kenal NANSARUNAI adalah sebutan bagi “MASYRAKAT ADAT NUSANTARA DAN KOMONITAS MASYARAKAT ADAT BARITO”

Nansarunai adalah kerajaan yang mempersatukan suku Maanyan antara 13091389. Dengan kata lain NANSARUNAI merupakan sebuah  Kerajaan yang berpusat di Amuntai dan terletak Di Pasar Arba atau Banua Lawas. Tahu kah anda Penghuni pertama di bumi Kalimantan Selatan bukanlah suku Banjar, melainkan suku Dayak. Bisa dikatakan, migrasi manusia ke Kalimantan terbagi menjadi 2 gelombang, yaitu gelombang pertama yang kita kenal dengan suku Dayak (Proto Melayu) yang pada gelombang pertama mendiami daerah pedalaman. Ada anggapan bahwa sebenarnya suku Dayak tidaklah migrasi ke daerah pedalaman, melainkan karena berakhirnya zaman interglasial, mereka yang awalnya di pesisir menjadi berada di daerah pedalaman seiring dengan surutnya air laut. Hal ini dilihat dari struktur tanah berpasir dan bukit-bukit yang seperti teluk. Apapun itu, suku Dayak adalah penghuni pertama di Propinsi terkecil di Kalimantan. Penduduk yang datang menyusul berikutnya adalah Suku Banjar (Deutro Melayu). Suku Dayak Maanyan, pendiri Kerajaan Nan Sarunai, adalah salah satu sub Suku Dayak tertua di Borneo. Suku Dayak Maanyan termasuk dalam rumpun Ot Danum yang juga dikenal dengan nama Dayak Ngaju. Pada awalnya, orang-orang Suku Dayak Maanyan menetap di tepi Sungai Barito bagian timur (sekarang menjadi Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah). Oleh karena itu, orang-orang Suku Dayak Maanyan mendapat sebutan Kelompok Barito Timur

Nama Sarunai sendiri dimaknai dengan arti “sangat termasyhur”. Penamaan ini bisa jadi mengacu pada kemasyhuran Suku Dayak Maanyan di masa silam, di mana mereka terkenal sebagai kaum pelaut yang tangguh, bahkan mampu berlayar hingga ke Madagaskar di Afrika dan ada persamaan bahasa antara bahasa orang Madagaskar dengan Maanyan.
Secara Khusus kata SARUNAI diambil dari kata “serunai” yakni alat musik sejenis seruling yang mempunyai tujuh buah lubang. Alat musik ini sering dimainkan orang-orang Suku Dayak Maanyan untuk mengiringi tari-tarian dan nyanyi-nyanyian. Konon, Raja dan rakyat Kerajaan Nan Sarunai sangat gemar menari dan menyanyi. Sebenarnya istilah lengkapnya adalah Nan Sarunai. Kata “nan” diduga berasal dari bahasa Melayu yang kemudian dalam lidah orang Maanyan dilafalkan hanya dengan ucapan Sarunai saja. Dengan demikian, nama “Nan Sarunai” berarti sebuah kerajaan di mana raja dan rakyatnya gemar bermain musik.

Tak ada catatan yang menunjukkan kapan kerajaan Nan Sarunai di dirikan kecuali melalui nyanyian atau wadiah yang kemudian ditransformasikan kepada generasi berikutnya. Melalui riwayat lisan, Suku Maanyan  pada tahun 1309, yang kemudian mendapatkan dua kali serangan sehingga menghancurkan kerajaan Nan Sarunai. Usak Jawa merupakan istlah yang gunakan oleh suku Maanyan untuk menggambarkan serangan Majapahit kedaerah tersebut.

Hal ini mendorong terjadinya eksodus besar-besaran dari dari suku Maanyan yang kemudian menyebar ke Kalimanan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Adapun Raja-raja dari Kerajaan Nansarunai :
Raja Pertama (Raden Japutra Layar) Pendiri, Raja Kedua (Raden Neno), Raja Terakhir (Raden Anyan) yang merupakan Putra dari Raden Neno dan menjadi Raja Terakhir.

Demikian, Sekilas informasi mengenai NANSARUNAI “Sebagai masyarakat dan suku Maayan sejarah kerajaan Nansarunai tidak lagi menjadi Mitos, melainkan suatu Kebanggaan dan Sejarah yang harus dipelajari”/

Daftar bacaan:

Kaskus, Kerajaan Nansarunai, http://www.kaskus.us.

http://kuninghijau.wordpress.comNan Sarunai

M. Suriansyah, dkk (editor), Sejarah Banjar Propinsi Kalimantan Selatan, 2004, Banjarmasin: Badan Penelitaan dan Pengembangan Propinsi Kalimantan Selatan.

Wikipedia, “nan sarunai” diakses pada 05:27 09/05/2012.

12 Tanggapan

  1. pertama nih…
    sayang foto ga bisa buka (koneksi lemot)

  2. iya, Bri foto gak kebuka, paling tidak wawasan kita jadi kebuka

  3. jadi pengen jalan-jalan kesana

  4. menakjupkan,,,,,,,, ternyata disemua belahan dunia pasti ada unsur feodalnya…………. aku mau menghayal jika cerita ini dijadikan dasar komposisi tari daerah yang dikombinasikan dengan berbagai alatmusik daerah juga(kolaborasi musik)

  5. Sya bangga sebagai suku Dusma,karena saat ini Dusma mulai eksis lg.
    Salam dari sy.

  6. Karangan konyol dari suku dayak maanyan itu sebenarnya hanyalah mengaku ngaku saja, pendiri kerajaan Nan Sarunai(Tanjung Puri)
    yang sebenarnya adalah suku banjar berdarah ma’anyan ”BUKAN DAYAK MAANYAN”, Candi agung diamuntai itulah bukti sebenarnya peninggalan dari leluhur suku banjar ”BUKAN DAYAK yang sebenarnya adalah suku banjar berdarah ma’anyan ”BUKAN DAYAK MAANYAN”yang sebenarnya adalah suku banjar berdarah ma’anyan ”BUKAN DAYAK MAANYAN”, Candi agung diamuntai itulah bukti sebenarnya peninggalan dari leluhur suku banjar ”BUKAN DAYAK yang sebenarnya adalah suku banjar berdarah ma’anyan ”BUKAN DAYAK MAANYAN”, Ca

  7. Karangan konyol dari suku dayak maanyan itu sebenarnya hanyalah mengaku ngaku saja, pendiri kerajaan Nan Sarunai(Tanjung Puri)
    yang sebenarnya adalah suku banjar berdarah ma’anyan ”BUKAN DAYAK MAANYAN”, Candi agung diamuntai itulah bukti sebenarnya peninggalan dari leluhur suku banjar ”BUKAN DAYAK MAANYAN”
    Suku dayak itu hanya mengklaim saja sebagai pendiri kerajaan tersebut

  8. Leluhur suku banjar ya Dayak Maanyan. Baca sejarah dan hikayat banjar. Dasar aneh.

  9. Seberapapun kerasnya suku Banjar menghilangkan identitas asalnya, tetap saja dalam sejarah baik Banjar dan Dayak, sudah tertulis bahwa Banjar adalah keturunan Dayak, khususnya Maanyan.

  10. Suku Maanyan ada jauh sebelum suku Banjar. Hormati Nenek moyang mu, hormati dingsanakmu… hormati kula mu, jangan suka menjelekkan sodara sendiri. Apalagi kami suku maanyan lebih tua, nanti ketulahan.

  11. Baca blog yang ditulis orang Banjar sendiri. https://banuahujungtanah.wordpress.com/tag/persaudaraan-banjar-dayak/

  12. Saudaraku saya rasa bukan harus diperdebatkan siapa yang lebih dulu, yang harus disadari adalah bagaimanapun perbedaan itu yang harus kita akui adalah Suku-suku asli di Kalimantan adalah memiliki garis keturunan dan darah yang sama, Kita adalah orang Kalimantan. Apapun sub suku kita, kita adalah Orang asli tanah Kalimantan ini. Kita semua bersaudara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • BARNNER

  • %d blogger menyukai ini: