Ilmu Gizi

Mata Kuliah : Ilmu Gizi, 2 SKS
Dosen : Berthiana.T,S.Pd,M.Kes
Hari / Tanggal : Selasa, 10 September 2013, pukul. 12.30 – 14.30 WIB

KONSEP DASAR ILMU GIZI 

Beberapa Pengertian/ Istilah dalam Gizi :

poltekes-warna Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
•Kata gizi berasal dari bahasa arab, yaitu GHIDZA = makanan
Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.

Jadi pengertian Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dan pangan yang dikonsumsinya serta pengaruhnya terhadap aspek kejiwaan (Psikis) dan kehidupan sosial.

Tujuan ilmu gizi sendiri adalah mencapai, memperbaiki, dan juga mempertahankan kesehatan tubuh dari mengkonsumsi makanan.

Fungsi Gizi :

Gizi memiliki beberapa fungsi yang berperan dalam kesehatan tubuh makhluk hidup, yaitu:

•Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak
•Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari
•Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan cairan tubuh yang lain
•Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit (protein)

Fungsi Mineral

•Membangun jaringan tulang
•Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh
•Untuk keperluan otot-otot dan syaraf
•Membuat berbagai enzim
Akibat Gizi Kurang pada Proses Tubuh.
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas)menyebabkan gangguan pada proses-proses:
1. Pertumbuhan
2. Produksi tenaga
3. Pertahanan tubuh
4. Struktur dan Fungsi Otak
5. Perilaku

Akibat Gizi Lebih pada Proses Tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan adalah salah satu faktor terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner, hati dan kandung empedu.

Ilmu Gizi Dalam Daur Kehidupan Manusia (IGDK)
Kecukupan Gizi yang di Anjurkan (KGA)

Kecukupan Gizi yang dianjurkan = RDA (Recommended Dietary Allowance), yaitu suatu kecukupan rata-rata energi dan zat gizi setiap hari bagi hampir semua orang sehat menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh dan aktifitas untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Angka yang ada dalam KGA adalah kecukupan tingkat fisiologis.

Kebutuhan Gizi (Requirement), adalah banyaknya energi dan zat gizi minimal yang diperlukan oleh masing-masing individu. Apabila zat gizi yang tidak mencukupi masih berlangsung terus akan mengakibatkan perubahan pada fungsi jaringan. Agar tubuh terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka di atas kebutuhan ditambahkan sedikit zat gizi cadangan yang sewaktu-waktu dapat digunakan, dikenal dengan istilah Zat Gizi Cadangan (Safety Margin)

Kegunaan DKGA, adalah untuk :

  1. Memberikan gambaran konsumsi energi dan zat gizi rata-rata yang dianggap cukup untuk dikonsumsi agar kesehatan hampir semua orang dapat dipertahankan.
  2. Menilai kecukupan energi dan zat gizi yang telah dicapai melalui konsumsi makanan bagi penduduk/golongan masyarakat tertentu.
  3. Perencanaan pemberian makanan balita maupun perencanaan makanan institusi.
  4. Perencanaan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional.

Perinsip Dasar

PeranPerawat
Peran merupakan tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain baik dalam profesi maupun luar profesi.

  1. Peran perawat sebagai advokasi klien. 
    Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberian pelayanan atau informasi lain khusus dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan dan hak pasien atas pelayanan yang sebaik-baiknya.
  2. Peran sebagai pengelolaan pelayanan.
    keperawatan dalam hal ini perawat mempunyai peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan pelayanan maupun pendidikan keperawatan dan menjamin kualitas pelayanan keperawatan.
    Sebagai pengelola perawat melakukan pemantauan dan menjamin kualitas pelayanan dan pendidikan keperawatan

 

to be continue…

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • BARNNER

  • %d blogger menyukai ini: